Skip ke Konten

Isak Haru Rosita di Wisuda IAIN Parepare, Kisah Anak Tunggal Membayar Peluh Orang Tua

22 Agustus 2026 oleh
Isak Haru Rosita di Wisuda IAIN Parepare, Kisah Anak Tunggal Membayar Peluh Orang Tua
Humas IAIN Parepare
Humas IAIN Parepare- Di tengah hiruk-pikuk dan riuhnya tepuk tangan yang memadati Auditorium IAIN Parepare pada prosesi wisuda, Sabtu (22/8/2026), seorang perempuan setengah baya duduk terpaku di kursi undangan. Tangannya tak berhenti bertepuk, namun jemarinya sesekali gemetar, menyeka lelehan air mata yang tak sanggup ia tahan. Matanya menatap lurus ke arah panggung, menyaksikan putra tunggalnya berjalan perlahan dengan toga yang tersemat rapi untuk menerima Surat Keputusan (SK) Wisudawan Terbaik.

Pemuda itu adalah Muhammad Fikri Alif Utama, mahasiswa Program Studi Manajemen Keuangan Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam. Hari ini, Fikri tak sekadar lulus. Ia mengukir prestasi dengan meraih Predikat Kelulusan Sempurna, IPK 4,00. Bagi orang lain, angka tersebut mungkin sekadar deretan prestasi akademik yang mengagumkan. Namun bagi sang ibu, Rosita Tahir, angka 4,00 adalah saksi bisu dari setiap tetes keringat, malam-malam panjang penuh peluh, dan perjuangan sunyi putra semata wayangnya.
Usai prosesi wisuda, Rosita tak lagi mampu menahan gelegak haru di dadanya. Dengan mata berkaca-kaca dan suara bergetar menahan tangis, ia menyampaikan rasa syukurnya atas takdir indah yang tak pernah ia sangka. "Pertama-tama syukur Alhamdulillah, berkat kehadirat Allah karena anak saya satu-satunya yang mencapai IPK 4,00. Luar biasa sekali, semua prosesnya membuahkan hasil yang tidak bisa saya ukur dengan air mata," tutur Rosita dengan desah nafas yang berat, menahan kebahagiaan yang membuncah.

Di balik capaian akademik yang sempurna itu, Rosita menambahkan bahwa Fikri adalah sosok anak muda yang memikul beban hidup dengan ketegaran luar biasa. Di sela-sela kesibukan kuliah, ia tak gengsi merambah dunia kerja sebagai desainer kreatif. “Setiap kali hari libur tiba, di saat anak-anak seusianya menikmati waktu luang, Fikri justru memeras pikiran mencari rezeki. Hasil jerih payahnya tak hanya ia gunakan untuk memenuhi kebutuhan kuliah sendiri, tetapi selalu ada amplop kecil berisi uang belanja yang ia selipkan dengan lembut ke tangan ibunya,” ungkapnya.
Di mata sang ibu Rosita, Fikri adalah pribadi yang irit bicara dan cenderung kalem, mewarisi watak sang ayah. Namun di dalam diamnya, Fikri selalu menyimpan kepedulian yang dalam. Ia selalu mendengarkan nasihat ibunya untuk menjaga diri, menghindari pergaulan yang merusak, dan bergaul dengan kawan-kawan yang memberi dampak positif. Diamnya Fikri bukan pasif, melainkan cara ia menyerap kehidupan dan membuktikannya lewat karya.

Momen bahagia tersebut juga menjadi ruang bagi Rosita untuk melayangkan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh civitas academica IAIN Parepare. Dengan tulus, ia mengapresiasi kehangatan para pimpinan kampus, jajaran rektorat, hingga para dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam. Bagi Rosita, dedikasi dan kesabaran para pengajar dalam membimbing serta menempa Fikri bukan sekadar mentransfer ilmu, melainkan menjadi pilar penting yang membentuk karakter dan mengantarkan putranya berdiri tegak di puncak kehormatan.
Kini, setelah lembaran sarjananya ditutup dengan predikat sempurna, Rosita berharap Fikri terus melangkah dan bersiap melanjutkan studinya ke jenjang Magister (S2). Di sudut Kota Parepare, doa seorang ibu kembali melangit, mengiringi langkah Fikri yang membuktikan bahwa keterbatasan, ketekunan, dan bakti yang tulus kepada orang tua pada akhirnya akan selalu dibayar tuntas oleh takdir yang indah.

Penulis : Irmawati

Editor: Mifda Hilmiyah

di dalam Berita
Wisuda Tahap II IAIN Parepare: Dua Mahasiswa Inspiratif dari Prodi Ekonomi Syariah