Humas IAIN Parepare — Akademisi dan pemikir Islam kontemporer, Dr. H. Muhiddin Bakry, Lc., M.Fil.I., resmi dilantik sebagai Dekan Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah (FUAD) IAIN Parepare oleh Rektor Darmawati dalam prosesi pelantikan pejabat baru yang berlangsung di Ballroom Gedung Laboratorium Terpadu, Senin (25/5/2026). Pelantikan ini menjadi bagian dari estafet kepemimpinan strategis di lingkungan IAIN Parepare dalam rangka penguatan tata kelola akademik, peningkatan mutu pendidikan, serta pengembangan budaya riset dan keilmuan Islam di tingkat fakultas.
Sebelum dipercaya mengemban amanah sebagai Dekan FUAD, Dr. H. Muhiddin Bakry dikenal sebagai Lektor Kepala di lingkungan IAIN Parepare dan mengampu berbagai mata kuliah lintas disiplin, mulai dari filsafat Islam, sosiologi agama, aqidah, ulumul Qur’an, hingga pemikiran Islam kontemporer pada jenjang sarjana maupun pascasarjana. Lahir di Ujung Pandang pada 13 Juli 1976, ia menempuh pendidikan sarjana di Universitas Al-Azhar Cairo dengan konsentrasi Aqidah dan Filsafat, kemudian melanjutkan studi magister dan doktoral di UIN Alauddin Makassar dalam bidang Pemikiran Islam.

Dalam kiprah akademiknya, Dr. H. Muhiddin Bakry aktif dalam berbagai penelitian strategis yang diketuainya, antara lain pengembangan aplikasi “Petuah Bugis” berbasis Android, studi sosiologi agama mengenai peran otoritas lokal dalam merawat toleransi di Mamasa, serta kajian tentang pengaruh sentimen keagamaan dalam perilaku politik pemilih di Sulawesi Selatan. Ia juga mengembangkan riset kolaboratif bertema etika religius dan ekoteologi dalam pendidikan pesantren yang relevan dengan penguatan nilai-nilai keislaman kontekstual di era modern.
Selain itu, ia aktif sebagai pemateri dalam berbagai forum ilmiah nasional dan internasional, termasuk Annual International Conference on Islamic Studies (AICIS) tahun 2024 dan 2025 yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia. Keterlibatannya dalam forum akademik tersebut memperkuat perannya sebagai intelektual yang konsisten mengembangkan gagasan-gagasan keislaman yang dialogis dan responsif terhadap perkembangan zaman.
Di samping aktivitas akademik, Dr. H. Muhiddin Bakry juga memiliki peran aktif dalam organisasi sosial-keagamaan. Ia tercatat sebagai pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Selatan bidang hubungan antarumat beragama, pengurus Nahdlatul Ulama Kota Parepare, serta aktif dalam Ikatan Cendekiawan Alumni Timur Tengah (ICATT) yang fokus pada isu penanggulangan radikalisme dan ekstremisme.
Dalam sambutannya, Rektor Prof. Darmawati menegaskan bahwa pelantikan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat kepemimpinan akademik di lingkungan kampus. Ia menyampaikan bahwa kepemimpinan merupakan amanah untuk menghadirkan perubahan, memperkuat mutu akademik, serta membawa institusi menuju arah yang lebih maju dan berdaya saing.
Sementara itu, Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah IAIN Parepare menegaskan arah pengembangan ke depan yang berorientasi pada penguatan mutu akademik, nilai-nilai keislaman, serta adaptasi terhadap perkembangan zaman. Fakultas menargetkan lahirnya lulusan yang moderat, intelektual, dan bermanfaat bagi masyarakat, dengan strategi penguatan mutu pendidikan, peningkatan kualitas dosen dan mahasiswa, penguatan budaya riset dan publikasi ilmiah, perluasan kerja sama, serta kepemimpinan yang terbuka, komunikatif, dan melayani. Prinsip yang menjadi pijakan pengembangan fakultas adalah al-muhafazhah ‘ala al-qadim al-shalih wa al-akhdzu bi al-jadid al-ashlah, yaitu menjaga tradisi lama yang baik sekaligus mengambil hal baru yang lebih relevan dan lebih baik.
Dalam kesempatan tersebut juga ditegaskan pentingnya melanjutkan dan mengembangkan capaian kepemimpinan sebelumnya, di mana raihan dan torehan yang telah ditorehkan oleh Gurutta K.H. Abdul Halim K, M.A. serta Dr. A. Nurkidam, M.Hum. menjadi fondasi penting yang harus dijaga. Hal tersebut diharapkan dapat terus dikembangkan melalui inovasi-inovasi yang lebih baik, sehingga FUAD IAIN Parepare semakin kuat sebagai pusat pengembangan keilmuan Islam yang unggul, moderat, dan berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional.
Penulis : Tasrif