Skip ke Konten

Sulvinajayanti Hadirkan Dua Belas Motif Lipa’ Sabbe kepada Publik Wajo

14 Juli 2026 oleh
Sulvinajayanti Hadirkan Dua Belas Motif Lipa’ Sabbe kepada Publik Wajo
Humas IAIN Parepare
Humas IAIN Parepare – Komitmen IAIN Parepare dalam menghadirkan hasil riset dan pengabdian kepada masyarakat kembali diwujudkan melalui Mini Pameran Lipa' Sabbe yang menjadi penutup rangkaian Program Tudang Mattennung: Merajut Kembali Pengetahuan Motif Lipa' Sabbe di Kabupaten Wajo. Pameran berlangsung di Aula UPTD SMP Negeri 1 Sabbangparu, Kabupaten Wajo, Selasa (14/7/2026), dengan menampilkan dokumentasi dua belas motif tradisional (balo) lipa' sabbe, warisan budaya khas Bugis Wajo.

Program ini dipimpin oleh dosen IAIN Parepare, Sulvinajayanti. Ia sebagai penerima dana hibah Fasilitasi Pemajuan Kebudayaan Tahun 2026 dari Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XIX, Kementerian Kebudayaan. Melalui pendekatan berbasis riset, program ini mendokumentasikan berbagai motif tradisional beserta sejarah, filosofi, dan makna semiotik yang terkandung di dalamnya sebagai upaya memperkuat pelestarian warisan budaya takbenda.
Berbeda dengan pameran pada umumnya, setiap panel motif tidak hanya menampilkan visual kain, tetapi juga dilengkapi narasi mengenai asal-usul, makna simbolik, serta filosofi budaya Bugis. Pengunjung juga dapat mengakses informasi lebih lengkap melalui QR Code yang terhubung dengan laman lipasabbe.com, sehingga pengalaman belajar menjadi lebih interaktif dan mudah diakses.

Selain panel motif, pameran juga menghadirkan contoh kain sutra Wajo, booklet literasi, katalog motif, serta panel edukasi mengenai proses perjalanan sutra mulai dari budidaya ulat hingga menjadi kain lipa' sabbe. Seluruh materi tersebut merupakan luaran program yang dirancang agar dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran di sekolah maupun masyarakat.

Pameran mendapat antusiasme tinggi dari guru, siswa, serta masyarakat sekitar. Para pengunjung tampak mengamati setiap motif, membaca penjelasan yang tersedia, hingga berdiskusi mengenai perbedaan karakteristik dan filosofi masing-masing motif. Kehadiran peserta didik dalam pameran menjadi bagian penting dari upaya memperkenalkan kembali identitas budaya Bugis kepada generasi muda.

Menurut Sulvinajayanti, pameran ini merupakan bentuk diseminasi hasil penelitian dan dokumentasi budaya agar pengetahuan lokal tidak hanya tersimpan dalam karya ilmiah, tetapi juga dapat dipahami oleh masyarakat luas.

"Pameran ini kami hadirkan agar masyarakat, khususnya generasi muda, dapat mengenal kembali kekayaan motif lipa' sabbe, bukan hanya keindahannya, tetapi juga makna, doa, dan harapan yang terkandung di dalam setiap motif. Pengetahuan budaya harus hadir di ruang publik agar terus hidup dan diwariskan," ujarnya.
Melalui kegiatan ini, IAIN Parepare menunjukkan bahwa pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi tidak berhenti pada penelitian dan publikasi ilmiah, tetapi juga diwujudkan dalam bentuk inovasi pengabdian yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Hasil riset diolah menjadi media literasi yang komunikatif, mudah dipahami, dan dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar dalam mendukung pelestarian budaya lokal.

Mini Pameran Lipa' Sabbe menjadi penutup rangkaian Program Tudang Mattennung sekaligus mempertegas peran IAIN Parepare sebagai perguruan tinggi yang aktif mengembangkan ilmu pengetahuan, melestarikan kearifan lokal, serta membangun kolaborasi dengan pemerintah daerah dan masyarakat dalam menjaga keberlanjutan warisan budaya Indonesia.

Penulis : Irmawati

Editor: Mifda Hilmiyah

di dalam Berita
Hadiri Forum Nasional Mutu PTKI, IAIN Parepare Siap Sambut Era Akreditasi Otomatis